droidif.com, gerhana bulan tidak memicu gempa
Ahli bantah Gerhana bulan tidak picu gempa

Droidif.com, Gerhana bulan terjadi pada bulan lalu tidak berkaitan dengan gempa bumi yang terjadi belakangan di Lombok. Pernyataan ini dikeluarkan oleh para ilmuwan dan pengamat.

Pernyataan ini dibuat menyusul adanya kabar simpang siur mengenai gempa bumi yang dipicu oleh gerhana bulan. Hal ini berawal dari situs Ditranium.org pada 24 Juli yang memasang artikel  Frak Hoogerbeets mengenai kesejajaran benda antaraiksa seperti pada gerhana bulan akan meningkatkan aktivitas pergerakan tektonik dan seismik di planet Bumi.

“Bumi tengah berada di antara Mars dan Merkurius pada beberapa minggu terakhir dan tarikan gravitasi dari kedua planet itu dapat mengganggu lempengan tektonik Bumi,” tulis Hoogerbeets yang dikutip Daily Express pada Minggu 29 Juli lalu.

Ilmuwan, tepatnya ahli geofisika asal Amerika yang juga menjabat di Badan Geologi Amerika Serikat, John Bellini mencoba membantah pernyataan Hoogerbeets yang dinilainya terkesan mengada-ada.

“Kita tak bisa memprediksi gempa Bumi dengan melihat itu (kesejajaran bumi dengan planet lain),” katanya. “Terkadang sebelum gempa besar terjadi kita sering merasa ada satu atau dua getaran pra gempa atau foreshock, tapi kita takt ahu kalau itu foreshock sampai gempa itu nanti terjadi.”

Senada dengan Bellini, astronom Amerika Serikat yang meraih gelar doktoral dari University of Virginia, Phil Plait juga membantah pernyataan Hoogerbeets.

“Tidak ada penjelasan yang bisa membuktikan bahwa kesejajaran antar benda antariksa dapat menyebabkan gempa Bumi. Itu benar-benar mustahil,” ujar Plait.

Sementara itu ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI, Danny Hilman Natawidjaja juga membantah adanya kaitan gempa 6,4 SR yang terjadi di Lombok pada Minggu 29 Juli 2018.

“Kalau disangkut pautkan dengan Gempa Lombok, saya kira tidak ada hubungannya,” ujar Danny. “Pertama gempa di Lombok sendiri terjadi sehari setelah gerhana Bulan. Kedua, agar suatu gerhana bisa menyebabkan gempa Bumi, span atau rentang waktu terjadinya itu harusnya berlangsung lama,”

Danny juga menambahkan kalaupun benar jika daya tarik gravitasi objek luar angkasa punya pengaruh ke Bumi, gerhana bulan yang beberapa waktu lalu terjadi memiliki daya tarik gravitasi yang sangat kecil.

Gerhana Bulan terjadi pada 28 Juli 2018 lalu. Ini merupakan sebuah fenomena alam ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus yang sama sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan karena terhalangi oleh Bumi.

Gerhana bulan pada waktu itu juga merupakan salah satu yang terlama dan terlihat jauh lebih kecil dari biasanya. Selain itu, bulan menampilkan warna merah darah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here