whatsapp
whatsapp

droidif.com Sebuah pesan Whatsapp mencurigakan dari Danny Buldansyah, selaku Wakil Direktur Utama Tri Indonesia. Pada hari Jumat tepat pada tanggal 14 september 2018 yang lalu para petinggi beberapa perusahaan telekomunikasi terkejut menerima pesan dari Danny Buldansyah. Pesan itu berisi permintaan uang sebesar Rp 5 juta dan akan segera diganti.

Tentu saja pesan tersebut memang bukan dari Danny, akan tetapi dari orang tidak bertanggungjawab alias peretas. Danny mengatakan bahwa ada orang yang meretas accountnya. Diketahui si peretas itu masuk ke dalam grup yang Danny ikuti dan menjapri para anggota grup dengan modus meminjam uang.

Menurut Danny yang pernah menjabat sebagai Direktur Media dan Public Relation, ponsel dan nomor masih berada di tangannya, akan tetapi WA account dipindahkan ke nomor lain. Lalu si peretas mendapat profil picture milik Danny. Aplikasi ini memang menyediakan fasilitas pergantian nomor di tautan https://faq.whatsapp.com/id/android/27585377/?category=5245246.

Besar kemungkinan peretas memanfaatkan fitur ini. Tapi sebagai pengaman, Whatsapp menyebutkan bahwa, pastikan bahwa nomor telepon lama anda saat ini telah terverifikasikan di Whatsaap pada telepon Anda. Seperti yang sudah dijelaskan Danny, handset dan nomor telepon tetap berada di tangannya. Kasus ini masih dalam pengecekan terhadap pihak-pihak terkait.

Terjadinya kasus peretasan akun milik Wakil Direktur Utama Tri Indonesia, seperti menjadi puncak amburadulnya registrasi kartu prabayar industri telekomunikasi. Sebelumnya juga muncul keluhan, meski sudah ada registrasi nomor prabayar. Keluhan yang dikarenakan SMS spam dan berbagai penawaran tetap mampir di nomor ponsel para pengguna smartphone.

Registrasi kartu prabayar ini sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Lalu, sampai pada tanggal 14 Mei 2018 diadakan rapat di Gedung Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).Rapat ini dihadiri oleh Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pada akhirnya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menghasilkan keputusan.

Bahwa outlet penjual SIM card bisa mendaftarkan lebih dari 3 nomor kartu prabayar dengan 1 nomor induk kependudukan (NIK).Pengguna hanya bisa mendaftarkan nomor keempat dan seterusnya lewat gerai resmi operator seluler yang bersangkutan, tidak bisa lewat outlet. Namun saat ini,  nasi sudah menjadi bubur. Registrasi prabayar yang seharusnya bisa mencegah berbagai tindakan negatif malah gagal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here