ledakan di lebanon
Berasal dari Amonium Nitrat, Ini Kronologi Ledakan di Lebanon

Droidif.com, Ledakan di Lebanon terjadi pada selasa, 4 Agustus 2020 pukul 18.10 waktu setempat. Ledakan yang terjadi di kota Beirut itu menewaskan 100 orang dan 4000 orang luka-luka. Peristiwa tersebut menjadi viral setelah video yang menggambarkan dua ledakan besar yang berselang beberapa menit menghancurkan gedung-gedung. Video tersebut lalu beredar luas di media sosial.

Dari ledakan tersebut diketahui penyebabnya adalah bahan kimia peledak yang disita dan disimpan oleh pihak berwenang di dekat pelabuhan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Keamanan Umum Lebanon Mayor Jenderal Abbas Ibrahim kepada Kantor Berita Nasional. Diyakini sumber ledakan memang berasal dari gudang tersebut. Pasalnya beberapa penduduk setempat melihat awan oranye yang menggantung di atas kota setelah ledakan terjadi.

Presiden Michel Aoun mengatakan setidaknya ada 2.750 ton amonium nitrat yang digunakan dalam pupuk dan bom yang disimpan di pelabuhan tanpa tindakan pengamanan khusus. Akibat ledakan ribuan amonium nitrat tersebut, udara di Kota Beirut, Lebanon pun dilaporkan tercemar dinitrogen oksida (N2O) sebagai dampak dari ledakan amonium nitrat (N2H4NO3).

Dikutip dalam Live Science, amonium nitrat adalah senyawa kimia yang berwujud kristal putih dan dapat larut dengan air. Namun senyawa kimia ini dapat membahayakan jika terkena api atau minyak, karena bisa terbakar. Amonium nitrat dari zat padat bisa meledak menjadi gas dinitrogen oksida (N2O) dan uap air (H2O).

Ledakan besar di Lebanon itu telah menghasilkan gas nitrogen oksida (NO) dalam jumlah yang sangat besar. Gas NO merupakan salah satu polutan pencemar udara terutama di perkotaan yang bisa mengiritasi sistem pernapasan. Peningkatan kadar dalam jumlah sangat besar seperti yang terjadi di Beirut menurut Gabriel da Silva sangat membahayakan bagi orang yang memiliki masalah sistem pernapasan.

Tidak hanya itu ledakan di Beirut tersebut juga memberikan berbagai kerugian lainnya. Pada ledakan yang pertama, api menyebar ke gedung terdekat kemudian memicu ledakan kedua yang lebih besar. Di Beirut, ledakan tersebut membuat penduduk yang berada di sekitarnya terlempar sejauh 10 kilometer. Bahkan Istana Baabda, kediaman Presiden Lebanon mengalami kerusakan pada pintu dan jendela di beberapa sayap istana.

Ledakan besar di Lebanon juga memunculkan adanya dataran yang hilang dan membentuk sebuag kawah. Kawah Beirut berdiameter sekitar 124 meter. Lebar kawah ini melebihi panjang lapangan sepak bola. Lebar kawah tersebut didapatkan berdasarkan analisis CNN dari citra satelit Planet Labs.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here