Coronavirus
Dunia Kesehatan Berjuang Melawan Pandemi Coronavirus

Droidif.com, Melanda dunia kurang lebih satu tahun lamanya, coronavirus adalah jenis virus SARS-Cov yang menyerang bagian pernafasan manusia. Virus ini berasal dari kota Wuhan, China sejak akhir tahun 2019 lalu. Tidak disangka dunia kesehatan kecolongan sehingga virus ini kini melanda seluruh dunia dan menjadi pandemi Covid-19.

Hampir seluruh Negara di dunia sedang berjuang melawan untuk melemahkan virus yang disebut Corona ini. Vaksinasi jadi langkah yang dianggap mampu melawan virus. Berbagai Negara tengah berlomba-lomba menciptakan vaksin untuk melawan Covid-19.

Coronavirus sendiri memiliki gejala ringan hingga berat pada penderitanya. Bahkan memungkinkan ada pasien yang tidak memiliki gejala apapun yang dikenal dengan sebutan Orang Tanpa Gejala (OTG). Biasanya orang yang terpapar virus Corona akan mengalami gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorkan bahkan hingga sesak nafas.

Virus ini sejatinya mampu dilawan dengan imun tubuh, namun tak jarang orang dengan penyakit bawaan (komorbid) lebih berisiko gagal nafas dan meninggal.  Tidak main-main, berdasarkan data per tanggal 1 Desember 2020, Covid-19 telah menyerang 63,5 juta warga dunia. Dari angka tersebut sebanyak 1,4 juta orang dinyatakan meninggal.

Lima Negara dengan kasus positif Covid-19 terbanyak ditempati oleh Amerika Serikat di posisi pertama dengan jumlah 13.919.870 kasus positif, 274.332 meninggal dunia, dan 8.222.879 pasien berhasil sembuh. Urutan kedua ditempati oleh India dengan jumlah 9.463.254 kasus positif, 137.659 kasus kematian, dan 8.888.595 pasien dinyatakan sembuh.

Lalu posisi ketiga ada Brasil dengan 6.336.278 kasus positif, 173.165 meninggal dunia, dan 5.601.804 pasien dinyatakan sembuh. Posisi keempat juga masih Rusia dengan 2.295.654 kasus, 39.895 meninggal dunia dan 1.778.704 pasien sembuh, serta posisi kelima Prancis sebanyak 2.222.488 positif Corona, 52.731 kematian, dan 162.281 orang berhasil sembuh.

Indonesia juga sedang ikut berjuang melawan Pandemi Coronavirus. Berdasarkan data telah ada 582 ribu warga Indonesia yang terkonfirmasi positif Covid-19. 479 ribu pasien dinyatakan sembuh dan 17 ribu pasien meninggal. Ini tentu bukan jumlah yang sedikit dan perlu perhatian khusus dalam penanganannya. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 selalu mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu Menjaga Jarak, Mencuci tangan dan Menggunakan Masker.

Indonesia juga sudah berupaya menyiapkan vaksin untuk masyarakat. Indonesia juga telah menguji coba vaksin sinovac pada beberapa relawan dan dinyatakan lolos uji coba. Kemarin Minggu, (6/12/20) sebanyak 1,2 juta vaksin telah sampai di Indonesia dan sisanya akan datang pada awal tahun 2021 mendatang.

Meski dilanda pandemi, Indonesia telah menerapkan tatanan kebiasaan baru atau new normal. Hal itu dilakukan guna mendorong naik berbagai aspek sosial dan ekonomi. Meski virus Covid-19 masih terus mengintai kehidupan, pemerintah yakin dengan menerapkan protokol kesehatan mampu menjaga dan menekan angka penularan Covid-19.

Sejak September, baik di Indonesia maupun di dunia angka Covid-19 mengalami penurunan. Presiden Jokowi pun optimis bahwa Indonesia mampu berjuang melawan pandemi ini. Meskipun diketahui sejak akhir November angka positif Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Untuk hal tersebut Jokowi juga memberikan peringatan keras agar daerah-daerah yang kembali terjadi peningkatan kasus Covid-19 segera menangani.

Coronavirus merupakan virus yang kini sulit dikendalikan karena telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Dampaknya tidak hanya pada dunia kesehatan melainkan juga pada segi aspek sosial dan ekonomi. Dunia kesehatan berperang melawan virus, sedangkan pemerintahan tiap-tiap negara berjuang menyetabilkan ekonomi yang merosot. Vaksin Covid-19 dianggap jadi angin segar ditengah pandemi namun vaksin bukan jawaban, masyarakat tetap harus selalu menjaga kesehatan dan protokol kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here