Facebook
Facebook

droidif.com, Facebook sepertinya berhasil melakukan kemajuan substansial selama bertahun-tahun, baik dalam visi komputer maupun pengenalan bahasa. Belakangan ini berita mengenai facebook yang mempunyai fitur anti berita hoax kian terdengar. Berbicara mengenai hal kercedasan baru buatan facebook yaitu Rosetta. Rosetta adalah nama untuk sistem kecerdasan keluaran baru dari perusahan milik Mark Zuckerberg itu.

Kegunaan dari Rosetta, yaitu membantu tim di Fb dan Instagram untuk mengidentifikasi teks dalam gambar, atau terkenal dengan istilah meme. Biasanya meme berisi konten ‘berbahaya’, termasuk hoax, sara serta ujaran kebencian.

Rosetta mampu memindai lebih dari satu miliar gambar dan video dengan berbagai bahasa, dalam waktu nyata setiap harinya. Rosetta mulai dikenalkan dan dimuat dalam blog resmi Facebook, minggu lalu. Rosetta menggunakan kemajuan terbaru dalam pengenalan karakter optik (Optical Character Recognition/OCR) untuk memindai gambar dan mendeteksi teks.

Titik karakter tersebut ditempatkan pada kotak pembatas, lalu dilakukan analisa menggunakan jaring saraf konvolusional yang berusaha mengenali karakter. Serta untuk menentukan apa yang sedang dikomunikasikan. Dalam melatih Rosetta, para peneliti Facebook menggunakan gambar yang diposting secara public. Gambar yang berisi beberapa bentuk teks, serta keterangan dan lokasi asal.

Keberagaman bahasa di dunia menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi mereka.Salah satu contohnya, para peneliti harus menemukan solusi agar Rosetta bekerja dengan bahasa seperti bahasa Arab. Bahasa Arab yang dibaca dari kanan ke kiri. Akan tetapi, mereka berhasil menemukan strategi yang mendukungan bahasa menggunakan basis data yang ada.

Facebook punya begitu banyak alasan mengenai ketertartarikan menanggulangi penyebaran konten ‘berbahaya’. Diantaranya untuk membendung potensi misinformasi yang meresahkan. Juga untuk menciptakan lingkungan media sosial yang ramah dan menyenangkan bagi pengguna.

Selain itu, Uni Eropa mengusulkan undang-undang baru yang mengharuskan perusahaan media sosial untuk menghapus posting teroris dalam satu jam pemberitahuan. Jika perusahaan tidak menjalankannya maka perushaan itu akan menerima denda.

Bagaimana pun, perihal denda itu menjadi tekanan yang agak signifikan terhadap platform media sosial, termasuk Facebook. Media sosial lain seperti YouTube dan Twitter, juga wajib untuk mengawasi jenis konten tertentu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here