gerhana matahari parsial februari 2018
gerhana matahari

droidif.com, Fenomena antariksa menjadi yang selalu dinanti masyarakat seperti gerhana matahari yang kembali terjadi. Tahun 2018 menjadi tahun istemewa bagi dunia astronomi. Bagaimana tidak, setelah terjadi blood moon dan blue moon pada bulan Januari, akan ada fenomena gerhana matahari parsial pada bulan februari 2018.

Peristiwa gerhana ini terjadi di saat bumi, bulan dan matahari berada pada satu garis lurus. Sehingga bulan menghalangi cahaya matahari yang akan masuk ke bumi. Bumi yang tertutup bayangan bulan tidak akan menerima cahaya matahari yang menyinarinya.

Gerhana yang terjadi nanti disebut parsial atau sebagian karena disaat matahari tertutup oleh bayangan bulan maksimal hanya setengah saja. Itu karena garis bumi, matahari dan bulan tidak begitu lurus. Jika bayangan bulan menutupi matahari secara keseluruhan akan terjadi gerhana matahari total. Fenomena alam satu ini akan terjadi pada tanggal 15 Februaru 2018.

Banyak orang yang ingin selalu menikmati segala fenomena – fenomena astronomi. Namun sayangnya, tidak semua bagian di dunia dapat menyaksikan tiap – tiap fenomenanya. Untuk di negara Indonesia sendiri ternyata tidak dapat menyaksikan fenomena ini nantinya. Fenomena ini akan terjadi di saat matahari belum terbit di negara Indonesia. Peristiwa ini hanya akan bisa diamati oleh orang yang berada atau tinggal di daerah Antartika dan bagian selatan benua Amerika. Yaitu negara Cile, Argentina, Uruguay, Brazil bagian selatan dan Paraguay bagian selatan.

Selama tahun 2018 ini akan terjadi empat kali gernaha matahari parsial. Namun Indonesia akan menjadi negara yang tidak bisa menyaksikan seluruh fenomena gerhana tersebut.

Kepala Lembaga Pernebangan dan Antariksa (LAPAN) pun sudah memberikan keterangan bahwa gerhana matahari tidak bisa terlihat di Indonesia.

Pada akhir tahun 2019 pun akan terjadi fenomena gerhana matahari cincin. Fenomena itu terjadi saat bulan berada di jarak terjauhnya dengan bumi. Maka, bulan akan terlihat lebih kecil sehingga tidak mampu menutupi cahaya matahari secara keseluruhan.

Akan tetapi berbeda dengan fenomena pada Gerhana matahari februari mendatang, fenomena akhir tahun 2019 nanti dapat dinikmati masyarakat Indonesia tetapi hanya di beberapa daerah yaitu Pulau Sumatera dan Kalimantan saja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here