Hacker
Gawat, Kementerian Amerika Serikat Berhasil Diretas Hacker

Droidif.com, Pemerintahan Amerika Serikat mengakui adanya serangan siber oleh hacker pada Departemen Keuangan AS dan bagian dari Departemen Perdagangan pada akhir pekan lalu. Aksi tersebut dilakukan sekelompok hacker dengan memanfaatkan celah keamanan dari Microsoft Office 365.

“Pemerintah AS mengetahui laporan ini dan kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang mungkin terkait dengan situasi ini,” ujar Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional John Ullyot, Senin (14/12/2020).

Bersumber dari Reuters mengungkapkan aksi peretasan tersebut disokong oleh Rusia dan menargetkan Departemen Keuangan dan National Telecommunication and Information Administratioan, sebuah abdan yang menyusun kebijakan internet dan telekomunikasi di bawah Departemen Perdagangan AS.

Masih belum diketahui data apa saja yang telah dicuri atau dibocorkan oleh para hacker tersebut. Juru bicara Departemen Perdagangan AS mengkonfirmasi bahwa telah terjadi peretasan. Sedangkan pihak Microsoft menolak untuk berkomentar atas kasus ini.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) menjadi lembaga pemerintah ketiga yang menjadi target peretasan setelah Kementerian Keuangan dan Administrasi Informasi dan Telekomunikasi Nasional (NTIA). NTIA yang dibawahkan Kementerian Perdagangan termasuk kelompok lembaga yang terlibat dalam upaya Presiden Donald Trump memblokir aplikasi TikTok dan WeChat.

Laporan diretasnya Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) diungkap oleh The Washington Post, mengutip keterangan seorang pejabat yang enggan disebut namanya. DHS adalah lembaga pemerintahan “Negeri Paman Sam” yang bertugas melindungi negara dari serangan offline ataupun online.

Badan Keamanan Infrastruktur dan Siber (CISA) yang berada dalam naungan DHS pada Minggu (13/12/2020) memerintahkan badan-badan pemerintahan untuk berhenti memakai produk IT SolarWinds. Produk keamanan siber itu diduga menjadi celah para peretas untuk mendapat akses ke komunikasi internal lewat update terbarunya.

SolarWinds pada akhir pekan lalu mengakui hacker menjebol pintu belakang mereka dalam pembaruan perangkat lunaknya, yang dirilis antara Maret sampai Juni. Hacker yang terkait dengan Pemerintah Rusia diduga menjadi dalang peretasan ini karena sebelumnya juga berada di balik penyerangan terhadap perusahaan raksasa keamanan siber FireEye.

The Washington Post mengungkapkan peretasan ini berkaitan dengan kelompok yang bekerja untuk dinas intelijen luar negeri Rusia. FBI sedang menyelidiki grup ini yang disebut bernama APT29 atau Cozy Bear. Para peretas oleh hacker juga diyakini telah meretas jaringan Departemen Luar Negeri, Kepala Staf Gabungan, dan Gedung Putih selama pemerintahan Obama. Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook, kementerian luar negeri Rusia menggambarkan tuduhan tak berdasar ini sebagai upaya lain media besar Amerika Serikat untuk menyalahkan Rusia atas serangan siber terhadap badan-badan AS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here