Israel
Israel Kembali Lockdown, Ribuan Warga Unjuk Rasa

droidif.com, Kembali diberlakukan lockdown, ribuan warga Israel melakukan demo unjuk rasa. Mereka mendesak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk mengundurkan diri. Unjuk rasa yang dilakukan merupakan bentuk penolakan terhadap keputusan Benjamin memberlakukan kembali lockdown untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.

Lockdown kedua itu diberlakukan sejak Jumat, 18 September 2020. Israel menetapkan lockdown selama tiga pekan mendatang. Lockdown diterapkan bertepatan dengan dimulainya Tahun Baru Yahudi, Rosh Hashana. Dimana momen tersebut secara tradisional merupakan momentum pertemuan keluarga besar dan berdoa secara kelompok.

Aturan baru karantina wilayah itu membuat warga Israel hanya dibolehkan pergi 500 meter dari rumah. Pengecualian diberlakukan untuk beberapa aktivitas, seperti bepergian ke tempat kerja yang akan beroperasi secara terbatas. Jarak sosial dan batasan jumlah jamaah akan diberlakukan di sinagog.

Pejabat kesehatan menyalahkan kepatuhan warga yang tidak konsisten terhadap protokol kesehatan. Seperti halnya wajib menggunakan masker, menerapkan jarak sosial, dan infeksi di komunitas Arab dan ultra-Ortodoks Yahudi serta di sekolah-sekolah. Pelanggaran-pelanggaran tersebut memicu gelombang kedua lonjakan kasus di Israel.

Keputusan lockdown atau karantina wilayah ditetapkan oleh Benjamin karena negara tersebut memiliki tingkat penularan tertinggi kedua di dunia dalam dua pekan terakhir. Dari catatan AFP, ada 187.396 kasus Corona dan 1.236 kematian. Namun keputusan tersebut langsung menculut emosi masyarakat yang merasa kebijakan itu akan memengaruhi segi ekonomi.

“Perekonomian terjun bebas, orang kehilangan pekerjaan, mereka tertekan,” kata Yael, salah seorang demonstran.

Saat demo para demonstran banyak yang menggunakan topeng dan tidak menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menjaga jarak. Selama lockdown, aktivitas warga Israel di luar ruangan akan dibatasi. Warga hanya diperbolehkan keluar rumah untuk keperluan medis ataupun keperluan darurat lainnya. Otoritas Israel telah beberapa kali mengeluarkan kebijakan terkait lockdown, seperti lockdown khusus akhir pekan, tetapi berulang kali mundur karena ditentang oleh warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here