negara lockdown

Lonjakan kasus virus Corona membuat beberapa pemerintah negara kembali menerapkan lockdown setelah melonggarkan kebijakan. Pandemi Covid-19 memang menimbulkan kereshan, akibat cepatnya penambahan kasus aktif di setiap harinya. Terlebih saat ini munculnya varian virus baru yang menambah kekhawatiran.

Di awal pandemi berbagai negara telah melakukan karantina wilayah yang diyakini sebagai upaya menekan angka penularan. Beberapa negara juga sudah melonggarkannya, karena alasan terkait ekonomi dan lainnya. Namun ada pula negara-negara yang memilik kembali melakukan karntina wilayah secara ketat karena merasa virus Corona belum terkendali dengan baik.

Berikut negara yang kembali putuskan terapkan lockdown:

1. Inggris

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson pada Senin (4/1/2021) waktu setempat mengumumkan kembali menerapkan karatina wilayah di negaranya. Hal itu dilakukan justru setelah peluncuran vaksin virus Corona Oxford-AstraZeneca. Seluruh wilayah Inggris terpaksa kembali ditutup mulai Rabu (6/1/2021). Langkah tersebut diambil karena adanya temuan virus jenis baru dari Corona dan lebih cepat menyebar ke seluruh Inggris.

2. Lebanon

Disusul oleh Lebanon yang juga mengumumkan kembali mengambil kebijakan melakukan lockdown penuh selama tiga minggu lamanya. Selain itu pemerintah Lebabnon juga menerapkan pemberlakuan jam malam. Bukan tanpa maksud, langkah itu diambil untuk mencegah peningkatan kasus COVID-19 disana. Itu karena rumah sakit di Lebanon sudah menghadapi krisis keuangan. Keputusan yang diumumkan oleh Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hasan. Pembatasan mulai diberlakukan pada Kamis (7/1/2021) hingga 1 Februari 2021.

3. Beijing

Negara lainnya yang juga mengambil keputusan sama adalah Beijing, China, Beijing yang juga mengalami kondisi darurat akibat COVID-19. Sehingga pilihan tersebut terpaksa diambil untuk menekan terjadinya hal yang semakin tak terkendali. Pada Selasa (29/12/2020) pemerintah Beijing mengumumkan untuk menutup 10 area disana.

Penetapan kebijakan karantina wilayah itu tentu membuat semua pertemuan skala besar terpaksa dibatalkan. Seperti misalnya pameran kuil dan acara olahraga. Tak hanya itu  kapasitas pada transportasi umum juga juga dibatasi. Pemerintah mendesak seluruh masyarakat Beijing untuk tetap tinggal di rumah selama liburan ini akhir tahun kamarin.

4. Thailand

Tidak hanya Beijing, pemerintah Thailand juga memutuskan pemberlakuan yang sama pada kota Bangkok. Hal itu dilakukan karena adanya lonjakan kasus virus Corona. Selama masa karantina wilayah pemerintah terpaksa menutup sementara kegiatan sekolah-sekolah di wilayah tersebut selama dua pekan. Pemerintah Thailand juga akan menyiapkan pos pemeriksaan di seluruh kota untuk mencegah adanya kasus COVID-19 di sana. Kebijakan karantina tersebut diterapkan di Bangkok, Thailand pada 4 Januari 2021 sampai dengan 1 Februari 2021.

5. Jerman

Pemerintah Jerman juga ikut mengambil memutuskan mengkarantina negarnya sejak Desember 2020 kemarin sampai Januari 20201. Hal tersebut dipilih sebagai pertimbangan pemerintah pada lonjakan kasus Covid-19. Selama pembatasan, hanya beberapa toko, supermarket, dan apotek yang diberikan izin tetap buka. Sementara pada saat itu bank masih diberikan izin buka sampai tanggal 16 Desember. Untuk perusahaan diminta tetap beroperasi hanya saja para karyawannya bekerja dirumah (work from home).

Itu negara yang kembali memutuskan kebijakan karantina wilayah di negaranya untuk menekan penyebaran virus Corona. Mengingat hingga kini pandemi belum berakhir dan tidak bisa dipastikan kapan akan berakhir. Maka beberapa negara merasa keputusan membuka dan menutup wilayah akan sangat efektif. Menghindari terjadinya hal-hal tak diinginkan lainnya yang akan semakin merugikan negara.

Kini hadirnya varian baru virus Corona semakin meresahkan berbagai negara untuk bersiap menghadapinya. Diketahui jenis tersebut berasal dari Inggris, yang punya intensitas penularan lebih tinggi dan menimbulkan gejala sedikit berbeda dengan virus Corona biasanya.

Selain terus mematuhi aturan yang digerakan pemerintah, masyarakat juga perlu terus menjaga imunitas tubuhnya. Bacalah berbagai artikel kesehatan sebagai bentuk edukasi diri dalam menccegah dan melawan Covid-19. Ini akan sangat membantu diri sendiri dan orang disekitar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here