Pembatasan forward pesan di Whatsapp (istimewa)
Pembatasan forward pesan di Whatsapp (istimewa)

Droidif.com – Memiliki potensi menjadi media penyebaran hoaks tertinggi, Whatsapp telah resmi membatasi jumlah forward pesan. Fitur pembatas ini sudah berlaku di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Setelah mengetahui platform-nya banyak dipakai warga Indonesia untuk menyebarkan berbagai informasi. Whatsapp mulai berbenah untuk mencegah penggunanya menyebarkan hoaks menjelang pilpres 2019.

Dengan fitur terbaru Whatsapp ini diharapkan mampu mengurangi penyebaran hoaks. Pasalnya media sosial ini sering digunakan untuk menyebarkan informasi bohong atau hoaks terlebih mendekati pilpres 2019 ini.

“(Fitur forward ini) untuk mengurangi potensi viralnya hoaks. Ini sebetulnya sudah kami bicarakan sejak September tahun lalu. Kemudian dua bulan terakhir sudah dilakukan uji coba beta,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Senin (21/1).

Menkominfo Rudiantara telah hadir di World Global Influencer untuk mewakili Indonesia dari empat negara. Pertemuan tersebut untuk membahas langkah mengurangi penyebaran hoaks. Namun sebenarnya fitur pembatasan jumlah forward pesan melalui Whatsapp sudah dibahas sejak kuartal ketiga 2018 lalu.

Rudiantara juga menyambut baik dengan adanya kebijakan ini. “Kolaborasi ini kami sambut baik, ini menunjukkan bahwa Whatsapp datang ke Indonesia bukan hanya untuk bisnis tapi untuk menciptakan pasar yang kondusif,” ujar Rudiantara.

Menkominfo menjelaskan bagaimana urutan penyebaran hoaks melalui aplikasi ini. Berita hoaks ini biasanya ditemukan di media sosial seperti Twitter, Facebook, atau Instagram. Kemudian penyebar hoaks akan melakukan screenshot informasi tersebut dan menyebarkannya di Whatsapp.

Fitur pembatasan forward pesan ini sebenarnya sudah berlaku sejak 6 bulan lalu di India. Hal tersebut dilakukan karena penyebaran berita hoaks di India sampai memakan korban. Bahkan, beberapa orang yang terbukti tidak bersalah menjadi korbannya.

Berita hoaks tersebut menyebutkan ada 500 orang yang bakal menyamar sebagai gelandangan untuk mencari organ-organ manusia. Warga diminta untuk waspada dan meneruskan pesan tersebut kepada orang-orang yang ada di kontaknya.

Berita menyeramkan tersebut membuat warga khawatir dan menjadi hilang akal, sehingga dua pria yang berpenampilan seperti yang disebutkan dalam pesan langsung dipukuli massa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here